Why Knowledge Management

Dalam merintis sebuah Knowledge Management System, seringkali kita mendapat pertanyaan yang bunyinya kira kira sebagai berikut : “Untuk apa
sih membangun Knowledge Management ?” bukan kah ada banyak sekali sistem yang sudah bisa kita implementasi dengan standar internasioal ?

Yap, ini bisa dibilang pertanyaan yang selalu berulang di telinga saya.

Dan akan semakin susah dijawab, karena KM bukan lah sesuatu yang memiliki standar jelas apalagi standar internasional. KM adalah hal baru, yang definisi nya pun bisa dibilang masih abstrak. Tidak ada rujukan yang jelas dan masing masing orang yang menjadi expertise di bidang KM dapat membuat definisi sesuai pengalaman masing masing.

Tetapi itu adalah sisi menariknya, justru karena hal ini abstrak, maka setiap organisasi dapat mengimplementasikan KM dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya masing masing.

Oke, menjawab pertanyaan di atas, secara global ada beberapa hal yang membuat KM menjadi sebuah tools yang dibutuhkan, antara lain :

1. Menghindari Knowledge Loss

Secara sederhana, Knowledge Loss saya artikan sebagai sebuah fenomena hilangnya value/aset pengetahuan dari sebuah organisasi/perusahaan yang terjadi ketika seorang individu yang telah di “upgrade” pengetahuannya oleh perusahaan (misal melalui training, seminar, dsb) tidak lagi berkarir di perusahaan tersebut, yang dikarenakan karyawan tersebut resign ke perusahaan lain, pensiun, atau pun karena hal yang lain.

Fenomena ini lah yang bisa di counter oleh implementasi KM. Dengan budaya sharing yang dibangun, kita berusaha untuk mentransfer setiap ilmu yang ada di masing masing karyawan, sehingga ketika seorang karyawan pergi, maka tidak akan terjadi knowledge loss.

2. Menghindari Pengulangan Proses

Dalam proses beberapa kali mutasi, saya seringkali mengalami sebuah fenomena dimana saya harus belajar dari 0. Salah satu nya adalah karena tidak ada nya transfer pengetahuan dari officer yang sebelumnya serta tidak adanya dokumentasi yang bisa saya baca. Ibarat sebuah roda, maka roda tersebut saya putar ulang dari awal.

KM bertujuan untuk membangun sebuah organisasi pembelajaran. Bukan fokus ke individu. Salah satu indikator organisasi pembelajaran yang baik adalah terciptanya sebuah budaya sharing yang baik pula. Sehingga dalam setiap tugas pekerjaan, tidak akan ada lagi pengulangan proses.

 

Salam Pengetahuan

Jakarta, 28 Juni 2013

 

Shortlink:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>